Poso – Setelah tiga hari dinyatakan hilang saat melaut, seorang warga Desa Sibaluton, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan korban mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan bersama warga setempat sejak laporan kehilangan masuk.
Kronologi Hilangnya Korban
Korban diketahui bernama, seorang nelayan berusia tahun. Ia dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari melaut di perairan sekitar Sibaluton.
Keluarga korban mulai cemas setelah hingga malam hari korban tak kunjung pulang, padahal biasanya hanya melaut dalam waktu singkat. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa dan diteruskan ke Basarnas Poso.
“Sejak laporan diterima, tim langsung melakukan pencarian bersama masyarakat dan aparat TNI-Polri,” ujar Kepala Basarnas Palu, (nama pejabat), kepada wartawan, Senin (tanggal fiktif).
Upaya Pencarian Intensif
Pencarian dilakukan selama tiga hari dengan menyisir perairan sekitar lokasi hilangnya korban. Tim SAR menggunakan perahu karet, kapal nelayan, hingga melakukan penyelaman terbatas. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat sempat menjadi kendala, namun tidak menyurutkan upaya pencarian.
Selain personel SAR, pencarian juga melibatkan warga Sibaluton yang secara sukarela ikut menyisir lautan. Doa bersama pun sempat digelar oleh keluarga dan masyarakat setempat agar korban segera ditemukan.

Baca juga: Gibran Apresiasi Respon Cepat Pemda, Anwar Hafid Pastikan Hak Korban Gempa Terlindungi
Korban Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Pada hari ketiga pencarian, sekitar pukul (jam), tim gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan terapung tidak jauh dari titik awal ia dilaporkan hilang.
“Korban langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup,” jelas Kepala Basarnas.
Suasana Duka di Desa Sibaluton
Kabar ditemukannya korban disambut haru oleh keluarga dan warga desa. Banyak warga yang ikut mengantarkan jenazah korban ke rumah duka, sebagai bentuk solidaritas dan rasa kehilangan.
“Korban dikenal sebagai sosok pekerja keras. Kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat desa,” kata Kepala Desa Sibaluton.
Imbauan untuk Nelayan
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam aktivitas melaut. Aparat desa dan tim SAR mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, serta tidak melaut sendirian di malam hari.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Kepala Basarnas Palu.
Dengan berakhirnya pencarian ini, masyarakat Desa Sibaluton kembali diselimuti suasana duka. Meski demikian, solidaritas warga yang terjalin selama proses pencarian menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam menghadapi musibah.





