Wawasan Poso – Bupati Morowali Utara (Morut) melayangkan ultimatum tegas kepada PT Enersteel menyusul dugaan pengabaian dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan tersebut. Sikap keras ini diambil setelah pemerintah daerah menerima berbagai laporan dan temuan lapangan terkait kerusakan lingkungan yang dinilai merugikan masyarakat sekitar.
Ultimatum tersebut menjadi penegasan komitmen Pemkab Morowali Utara dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi hak-hak masyarakat dari dampak negatif kegiatan industri.
Keluhan Warga Jadi Perhatian Serius Pemkab
Langkah tegas Bupati Morut bermula dari keluhan masyarakat yang terdampak langsung aktivitas PT Enersteel. Warga mengeluhkan penurunan kualitas lingkungan, mulai dari pencemaran debu, gangguan kualitas air, hingga perubahan kondisi lahan yang memengaruhi aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Keluhan tersebut dinilai tidak bisa lagi diabaikan, terlebih perusahaan disebut telah beberapa kali diingatkan untuk melakukan perbaikan, namun belum menunjukkan langkah konkret.
Ultimatum Tegas untuk Tanggung Jawab Lingkungan
Bupati Morut menegaskan bahwa PT Enersteel diberikan batas waktu tertentu untuk segera menyelesaikan persoalan lingkungan yang ditimbulkan. Perusahaan diminta menunjukkan tanggung jawab melalui langkah nyata, termasuk perbaikan lingkungan, pengendalian dampak operasional, serta kepatuhan terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Apabila ultimatum tersebut tidak diindahkan, pemerintah daerah menegaskan siap mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Evaluasi Perizinan hingga Sanksi Jadi Opsi
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Morowali Utara membuka opsi evaluasi perizinan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi administratif hingga rekomendasi penghentian sementara kegiatan operasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Morowali Utara tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mematuhi aturan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga: Bupati Sigi dan Wakil Ketua MPR RI Serahkan Alsintan untuk Petani Sidondo IV
Tim Teknis Turun ke Lapangan
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Pemkab Morut menurunkan tim teknis lintas instansi yang melibatkan dinas lingkungan hidup, dinas teknis terkait, serta aparat kecamatan dan desa setempat. Tim ini bertugas melakukan verifikasi lapangan dan menginventarisasi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas PT Enersteel.
Hasil temuan lapangan akan menjadi dasar pengambilan keputusan lanjutan oleh pemerintah daerah.
Komitmen Pemkab Lindungi Lingkungan dan Masyarakat
Bupati Morut menegaskan bahwa investasi tetap dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, investasi tersebut harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, tidak ada ruang bagi perusahaan yang mengabaikan dampak lingkungan dan merugikan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan berdiri di sisi kepentingan publik.
Dorong Perusahaan Lebih Bertanggung Jawab
Ultimatum kepada PT Enersteel juga diharapkan menjadi peringatan bagi perusahaan lain yang beroperasi di Morowali Utara agar lebih serius dalam menjalankan kewajiban lingkungan.
Pemkab Morut mendorong perusahaan untuk menerapkan praktik industri yang berkelanjutan, transparan, dan bertanggung jawab demi menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Menanti Respons dan Langkah PT Enersteel
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu respons resmi PT Enersteel terkait ultimatum tersebut. Pemkab berharap perusahaan segera menunjukkan itikad baik dengan melakukan langkah konkret di lapangan.
Masyarakat pun menantikan tindak lanjut nyata agar persoalan lingkungan yang selama ini dikeluhkan dapat segera ditangani dan tidak berlarut-larut.
Penegakan Aturan Demi Masa Depan Daerah
Kasus ini menegaskan pentingnya penegakan aturan lingkungan dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Morowali Utara memastikan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas demi menjaga lingkungan hidup sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Dengan ultimatum ini, Pemkab Morut berharap tercipta keseimbangan antara aktivitas industri, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.





