, , ,

Hadianto Rasyid Siapkan Konsep Baru Pasar Inpres Manonda

oleh -1975 Dilihat

Poso – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan wajah baru Pasar Inpres Manonda, salah satu pusat perekonomian terbesar di Kota Palu. Konsep baru yang tengah disiapkan bukan hanya sebatas renovasi fisik, melainkan menyentuh aspek penataan, kenyamanan, dan penguatan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat.

Pasar Tradisional Sebagai Denyut Ekonomi Kota

Pasar Inpres Manonda selama ini dikenal sebagai pasar tradisional terbesar dan terpadat di Palu. Ribuan pedagang menggantungkan hidupnya di pasar ini, sementara ribuan pengunjung datang setiap hari untuk berbelanja kebutuhan pokok. Namun, seiring pertumbuhan kota, pasar ini menghadapi berbagai masalah, mulai dari penataan lapak yang semrawut, fasilitas yang tidak memadai, hingga masalah kebersihan.

Hadianto menegaskan bahwa pemerintah kota ingin mengembalikan fungsi pasar agar benar-benar menjadi ruang ekonomi yang layak, nyaman, dan berdaya saing. “Pasar adalah wajah kota. Jika pasarnya bersih, tertata, dan modern, maka citra kota juga akan semakin baik,” ujarnya.

Konsep Baru: Modern, Bersih, dan Humanis

Konsep baru Pasar Inpres Manonda akan menitikberatkan pada penataan zona dagang berdasarkan jenis komoditas. Pedagang sayuran, daging, ikan, pakaian, hingga kebutuhan rumah tangga akan ditempatkan di area berbeda agar lebih teratur. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rancangan gedung pasar bertingkat dengan fasilitas parkir memadai untuk mengatasi kemacetan di sekitar lokasi.

“Kami ingin Pasar Inpres Manonda tampil sebagai pasar tradisional modern. Artinya tetap menjaga ruh pasar rakyat, tapi juga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli,” jelas Hadianto.

Hadianto Rasyid
Hadianto Rasyid

Baca juga: Bonesompe Fair 2025 momentum rawat kebersamaan di Tanah Poso

Perhatian pada Kebersihan dan Lingkungan

Salah satu masalah utama yang sering dikeluhkan masyarakat adalah kebersihan pasar. Karena itu, dalam konsep baru ini, pemerintah kota akan menambah fasilitas sanitasi, drainase, serta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Pasar tidak boleh lagi identik dengan becek dan bau. Kami akan memastikan setiap sudut pasar bersih, terang, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Dukungan Pedagang dan Masyarakat

Rencana pembaruan ini disambut baik oleh para pedagang. Mereka berharap konsep baru tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan omzet.

“Kami mendukung rencana Pak Wali. Semoga nanti kios-kios lebih tertata dan pembeli juga lebih betah berbelanja,” kata seorang pedagang sayur di Pasar Inpres Manonda.

Masyarakat pun mengaku optimistis. Menurut mereka, pasar yang modern dan nyaman akan menjadi magnet baru sekaligus mendongkrak perekonomian lokal.

Sinergi dan Tahapan Realisasi

Pemerintah Kota Palu berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Perdagangan dan swasta, dalam mewujudkan proyek ini. Untuk tahap awal, pemkot akan melakukan kajian mendetail, termasuk analisis dampak lingkungan dan sosial, sebelum masuk ke tahap pembangunan.

“Perubahan tidak bisa instan. Kami ingin semua proses dilakukan secara transparan dan melibatkan pedagang. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tegas Hadianto.

Penutup

Konsep baru Pasar Inpres Manonda yang disiapkan Wali Kota Hadianto Rasyid mencerminkan visi besar untuk membangun pasar tradisional modern yang lebih tertata, bersih, dan ramah bagi semua kalangan. Jika berhasil terwujud, Pasar Inpres Manonda bukan hanya akan menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ikon baru kebanggaan masyarakat Palu.

Dengan dukungan pedagang, masyarakat, dan sinergi berbagai pihak, langkah pembaruan ini diharapkan mampu membawa denyut ekonomi Kota Palu ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.