Wawasan Poso – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) memberikan dukungan penuh bagi peningkatan kesehatan mental dan kualitas pembelajaran dengan mendampingi pelajar serta guru di 31 sekolah yang tersebar di Kabupaten Poso. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif, dan produktif.
Program Pendampingan untuk Perkuat Kesehatan Mental
Pendampingan dilakukan melalui rangkaian kegiatan seperti asesmen psikologis, konseling, pelatihan keterampilan sosial-emosional, hingga penguatan karakter peserta didik. HIMPSI juga memberikan materi untuk meningkatkan kepekaan guru terhadap kondisi psikologis siswa.
Ketua HIMPSI wilayah setempat menyebutkan bahwa program ini dirancang menjawab meningkatnya kebutuhan pendampingan psikologi di sekolah, terutama pascapandemi yang menyisakan berbagai tantangan mental di kalangan pelajar.
“Kami melihat masih banyak siswa yang mengalami tekanan akademik, kecemasan, hingga masalah adaptasi sosial. Guru juga membutuhkan dukungan. Karena itu kami hadir memberikan pendampingan secara komprehensif,” ujarnya.
31 Sekolah Jadi Sasaran, Fokus pada Daerah Rawan
Sebanyak 31 sekolah—baik SD, SMP, maupun SMA—dipilih berdasarkan kebutuhan intervensi psikososial yang tinggi. Beberapa di antaranya berada di wilayah rawan atau memiliki jumlah kasus konflik sosial lebih besar dibanding daerah lain.
Pendampingan dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari psikolog, konselor pendidikan, serta relawan terlatih. Mereka turun langsung ke sekolah untuk melakukan observasi dan interaksi dengan siswa maupun tenaga pendidik.

Baca juga: Ops Zebra Tinombala 2025, Satlantas Polres Poso Kedepankan Himbauan Humanis
Guru Dibekali Teknik Deteksi Dini
Selain menyasar pelajar, HIMPSI juga memfokuskan program pada peningkatan kapasitas guru. Mereka dibekali kemampuan deteksi dini terhadap indikasi gangguan psikologis yang mungkin dialami siswa seperti stres, bullying, kecemasan, hingga perilaku belajar yang menurun.
Pelatihan diberikan agar guru lebih siap memberikan respon awal dan tahu kapan harus mengarahkan siswa untuk memperoleh bantuan profesional.
“Guru adalah garda terdepan di sekolah. Dengan pelatihan ini, mereka dapat lebih cepat mengidentifikasi perubahan perilaku pada siswa,” kata salah seorang psikolog yang terlibat.
Dorong Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif
HIMPSI menggarisbawahi pentingnya membangun lingkungan sekolah yang kondusif secara psikologis. Lingkungan belajar yang aman dan inklusif terbukti mampu meningkatkan motivasi siswa, menurunkan angka perundungan, dan mendorong hasil belajar lebih baik.
Melalui kegiatan diskusi kelompok, sesi motivasi, hingga permainan edukatif, para pelajar diajak mengenali emosi, mengelola stres, dan memperkuat rasa percaya diri.
“Kami ingin memastikan setiap anak merasa diterima dan didukung, apa pun latar belakangnya,” jelas pihak HIMPSI.
Respons Positif dari Sekolah dan Pemerintah Daerah
Program pendampingan ini mendapat apresiasi dari sekolah dan Pemerintah Kabupaten Poso. Kepala sekolah di salah satu SMP menyebut kegiatan ini sangat membantu, terutama karena banyak guru belum memiliki kapasitas khusus untuk menangani isu-isu psikologis siswa.
Pemkab Poso menilai kegiatan HIMPSI sejalan dengan upaya daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun generasi muda yang tangguh.
“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Semoga bisa berkelanjutan dan diperluas ke sekolah lainnya,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan.
Harapan Keberlanjutan Program
HIMPSI berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjadi kolaborasi jangka panjang dengan pemangku kepentingan pendidikan di Poso. Mereka juga membuka kesempatan untuk kerja sama dengan lembaga lain agar intervensi psikososial di sekolah semakin kuat.
Dengan pendampingan ini, HIMPSI berharap tumbuhnya generasi pelajar yang lebih sehat secara mental, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.





