Wawasan Poso – Upaya pencegahan stunting tidak hanya menyasar anak-anak balita, tetapi juga mulai difokuskan pada remaja. Hal ini menjadi perhatian utama Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Kabupaten Parigi Moutong, yang kini aktif mengedukasi remaja agar lebih memahami pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi seimbang sebagai langkah awal mencegah stunting sejak dini.
Edukasi Sejak Remaja Jadi Kunci Pencegahan
Ketua PIK-R Parigi Moutong, Nurul Aini, menjelaskan bahwa kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat memiliki peran besar dalam menekan angka stunting di masa depan.
“Remaja hari ini adalah calon orang tua di masa depan. Jika sejak dini mereka sudah memahami pentingnya asupan gizi, kesehatan reproduksi, dan kesiapan mental, maka risiko melahirkan anak stunting bisa diminimalkan,” ujar Nurul saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi di SMA Negeri 2 Parigi, Kamis (16/10).
PIK-R Parigi Moutong, lanjutnya, bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) serta pihak sekolah untuk menggelar penyuluhan rutin di tingkat SMA dan SMK. Fokus utama kegiatan ini adalah membentuk remaja yang sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi berkualitas.
Kampanye “Remaja Sehat, Indonesia Hebat”
Melalui program bertajuk “Remaja Sehat, Indonesia Hebat”, PIK-R Parigi Moutong mengajak para pelajar untuk memahami hubungan antara stunting dan perilaku remaja. Sosialisasi dilakukan dengan metode interaktif, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, hingga simulasi pola makan bergizi.
“Kami tidak hanya ceramah, tapi juga membuat kegiatan yang menyenangkan agar pesan bisa diterima dengan mudah. Misalnya, remaja diajak membuat menu makanan sehat sederhana dengan bahan lokal,” jelas Yuliana, salah satu fasilitator PIK-R.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menanamkan pemahaman bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Baca juga: Warga Poso Temukan Senjata Rakitan-Amunisi Saat Renovasi Rumah
Dukung Program Nasional Penurunan Stunting
Sementara itu, Kepala DPPKB Parigi Moutong, Sri Wahyuni, mengapresiasi inisiatif PIK-R yang berperan aktif dalam memperkuat strategi pencegahan stunting di daerah. Menurutnya, pendekatan melalui kelompok remaja sangat efektif karena dapat menjangkau sasaran sejak awal.
“Intervensi stunting tidak bisa hanya dilakukan pada bayi dan ibu hamil. Harus dimulai jauh sebelum itu, yakni saat remaja masih dalam fase pertumbuhan. PIK-R menjadi ujung tombak dalam membentuk kesadaran tersebut,” terang Sri Wahyuni.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan PIK-R dengan menyediakan anggaran pendamping dan pelatihan bagi para kader remaja agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Libatkan Kader Remaja di Tingkat Sekolah
Salah satu terobosan menarik dari PIK-R Parigi Moutong adalah pembentukan kader remaja peduli stunting di setiap sekolah. Para kader ini bertugas menyebarkan informasi, mengajak teman sebaya menerapkan gaya hidup sehat, serta melaporkan kasus remaja berisiko gizi buruk kepada guru pembina.
“Kami punya kader yang aktif di sekolah. Mereka membantu teman-teman lain memahami pentingnya sarapan bergizi, tidak diet ekstrem, dan menjaga kebersihan diri,” ujar Rizky, salah satu kader dari SMA Negeri 1 Tinombo.
Langkah ini dinilai efektif karena pesan yang disampaikan oleh sesama remaja cenderung lebih mudah diterima dan dipahami.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Selain menyasar pelajar, PIK-R juga menggandeng Puskesmas dan organisasi masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan remaja, termasuk pengukuran berat badan, tinggi badan, serta kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia pada remaja putri.
“Anemia menjadi salah satu faktor risiko stunting pada anak kelak. Karena itu, kami melakukan pemeriksaan rutin dan memberikan edukasi tentang pentingnya zat besi,” kata dr. Amira, dokter Puskesmas Parigi.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting agar edukasi tidak berhenti pada tingkat sekolah, tetapi juga menjangkau masyarakat dan keluarga.
Harapan Menuju Generasi Bebas Stunting
Melalui berbagai program dan sinergi tersebut, PIK-R Parigi Moutong berharap angka stunting di daerah itu dapat terus menurun. Lebih dari itu, mereka ingin menciptakan generasi remaja yang sehat, produktif, dan sadar pentingnya perencanaan masa depan.
“Cegah stunting bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kesiapan remaja menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Itulah yang kami tanamkan,” tegas Nurul Aini.
Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan partisipasi aktif remaja, Parigi Moutong optimistis bisa menjadi kabupaten percontohan dalam upaya pencegahan stunting berbasis remaja di Sulawesi Tengah.





