Wawasan Poso — Proyek pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan di Kabupaten Parigi Moutong mengalami potensi keterlambatan. Pembangunan yang diharapkan menjadi pusat literasi modern bagi masyarakat setempat itu kini menghadapi sejumlah kendala, sehingga jadwal penyelesaiannya terancam molor dari target awal.
Kendala Teknis dan Administratif Jadi Pemicu
Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab lambatnya progres pekerjaan. Dari lapangan diketahui bahwa hambatan teknis, seperti penyesuaian struktur bangunan dan ketersediaan material, menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, proses administrasi terkait penyesuaian dokumen kerja dan koordinasi antarlembaga juga memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Pihak rekanan pelaksana mengakui bahwa beberapa tahapan konstruksi membutuhkan revisi teknis agar sesuai standar bangunan perpustakaan nasional, sehingga membutuhkan tambahan waktu pengerjaan.
Pengawasan Diperketat, Pemerintah Minta Pekerjaan Dikebut
Dinas terkait telah meminta pihak kontraktor untuk mempercepat progres tanpa mengorbankan kualitas. Pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan program strategis untuk meningkatkan layanan literasi masyarakat, sehingga tidak boleh dibiarkan mengalami keterlambatan signifikan.
Pengawasan di lapangan juga mulai diperketat. Tim teknis kabupaten aktif melakukan pemantauan harian agar permasalahan yang muncul dapat segera diselesaikan.

Baca juga: Porkab II Morowali Resmi Dibuka, Menggali Potensi Atlet Muda Berbakat
Perpustakaan Modern yang Ditunggu Warga
Gedung layanan perpustakaan yang sedang dibangun ini direncanakan memiliki fasilitas lengkap seperti ruang baca publik, ruang arsip, area multimedia, serta pusat kegiatan literasi untuk anak dan remaja. Proyek tersebut didanai melalui program peningkatan literasi nasional yang bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Warga Parigi Moutong berharap gedung baru ini dapat menjadi pusat belajar yang layak, mengingat fasilitas perpustakaan sebelumnya dinilai tidak lagi memadai untuk kebutuhan masyarakat.
Kontraktor Berjanji Kejar Target
Pihak kontraktor menegaskan komitmen mereka untuk mengejar ketertinggalan. Mereka menyebut telah menambah jumlah tenaga kerja dan memperbaiki manajemen waktu di lapangan. Jika tidak ada kendala baru, mereka optimistis pembangunan dapat kembali on track meski kemungkinan pergeseran jadwal tetap ada.
“Kami upayakan semua berjalan sesuai standar dan bisa rampung mendekati target awal,” ujar perwakilan kontraktor dalam keterangannya.
Harapan Agar Tidak Mengganggu Agenda Peningkatan Literasi
Keterlambatan proyek ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap agenda kegiatan literasi yang sudah dirancang pemerintah daerah untuk tahun mendatang. Pemkab berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga perpustakaan baru bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
Meski menghadapi kendala, pemerintah tetap optimistis bahwa gedung perpustakaan modern ini nantinya akan menjadi ruang publik penting bagi kemajuan sumber daya manusia di Parigi Moutong.





