Wawasan Poso – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, pemerintah daerah harus hadir dengan solusi nyata agar beban hidup warga bisa berkurang.
Fokus pada Kebutuhan Pokok
Anwar Hafid menekankan, salah satu strategi utama pemerintahannya adalah memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah, kata dia, rutin menggelar operasi pasar murah dan gerakan pangan murah di berbagai kabupaten/kota untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan. Operasi pasar akan terus dilakukan terutama menjelang hari besar keagamaan maupun ketika harga-harga mulai naik,” ungkap Anwar.
Jaminan Layanan Dasar
Selain sektor pangan, gubernur juga memberi perhatian serius terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Menurut Anwar, dua sektor ini menjadi kunci peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Ia memastikan bahwa program bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu akan diperluas cakupannya. Begitu juga dengan beasiswa pendidikan, yang tahun ini ditargetkan menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga prasejahtera.
“Kalau pendidikan anak-anak kita terjamin, kesehatan masyarakat terlayani dengan baik, maka beban hidup mereka akan berkurang. Inilah investasi jangka panjang pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: Wali Kota Palu Pimpin Ziarah Korban Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi
Program Padat Karya dan UMKM
Anwar Hafid juga menaruh perhatian pada sektor ketenagakerjaan dan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, program padat karya yang melibatkan masyarakat lokal harus terus diperkuat agar warga memiliki tambahan penghasilan.
“Lapangan kerja baru akan terus dibuka melalui program padat karya, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan UMKM. Kami dorong agar pelaku UMKM lebih mudah mengakses modal dan pasar,” jelasnya.
Pemerintah provinsi, lanjut Anwar, juga menggandeng perbankan untuk memfasilitasi kredit lunak bagi pelaku usaha kecil. Ia optimis langkah ini akan menambah daya tahan ekonomi rumah tangga di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Subsidi Transportasi dan Energi
Langkah lain yang kini tengah digodok Pemprov Sulteng adalah pemberian subsidi di sektor transportasi dan energi. Anwar Hafid menilai, tingginya ongkos transportasi sering menjadi pemicu kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah terpencil.
“Jika akses transportasi diperbaiki dan ongkosnya bisa ditekan, maka distribusi barang akan lebih lancar. Ini akan berdampak langsung pada harga di tingkat konsumen,” ucapnya.
Pemerintah provinsi juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk kebutuhan masyarakat, terutama di desa-desa yang belum teraliri listrik secara maksimal.
Ajakan untuk Kolaborasi
Anwar Hafid menyadari, tantangan mengurangi beban hidup masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah provinsi. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kabupaten/kota, swasta, hingga masyarakat sipil untuk bersama-sama mencari solusi.
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan bekerja sama, semua program bisa berjalan lebih efektif. Pemerintah provinsi tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan dari semua pihak,” tuturnya.
Optimisme Menuju Sulteng Sejahtera
Meski beban hidup masyarakat masih menjadi tantangan besar, Anwar Hafid optimis Sulawesi Tengah mampu bangkit dan menata masa depan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat, agar setiap lapisan masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan.
“Tujuan utama kami jelas: masyarakat Sulawesi Tengah harus lebih sejahtera, lebih bahagia, dan lebih ringan bebannya. Semua program yang kami jalankan selalu bermuara pada hal itu,” pungkas Anwar Hafid.





