Poso – Kabar duka menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) dan insan pers. AKBP Sugeng Lestari, perwira menengah yang selama ini dikenal sebagai penghubung antara jurnalis dengan Polda Sulteng, dikabarkan tutup usia pada Senin (15/9/2025). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, baik bagi institusi kepolisian maupun rekan-rekan wartawan yang kerap berinteraksi dengannya.
Sosok yang Dekat dengan Jurnalis
Sugeng Lestari dikenal luas sebagai perwira yang ramah dan terbuka terhadap insan pers. Selama bertugas di Bidang Humas Polda Sulteng, ia kerap menjadi penghubung utama antara wartawan dan pejabat kepolisian. Sikapnya yang komunikatif membuat hubungan Polda Sulteng dengan media berjalan harmonis.
“Almarhum adalah sosok yang sangat membantu kerja-kerja jurnalistik kami. Setiap kali ada konfirmasi, beliau selalu responsif dan profesional,” ungkap seorang jurnalis senior di Palu.
Riwayat Pengabdian
AKBP Sugeng Lestari telah mengabdi di kepolisian selama puluhan tahun dengan berbagai penugasan, baik di bidang operasional maupun administrasi. Kariernya banyak diwarnai peran penting di bidang komunikasi publik, yang membuatnya menjadi figur dekat di mata masyarakat dan media.
Rekan sejawatnya di Polda Sulteng menyebut almarhum sebagai sosok disiplin, berdedikasi tinggi, namun tetap rendah hati. “Beliau tidak hanya perwira yang profesional, tapi juga sahabat bagi banyak orang,” ujar salah satu perwira di Polda Sulteng.

Baca juga: Satgas PKH segel Kawasan Konsesi Nikel PT Tonia Mitra Sejahtera
Duka Mendalam dari Polda Sulteng
Kapolda Sulawesi Tengah turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sugeng Lestari. Dalam keterangannya, Kapolda menyebut almarhum sebagai perwira teladan yang memberikan kontribusi nyata dalam membangun citra kepolisian melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat dan media.
“Polda Sulteng kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga segala pengabdian beliau menjadi amal ibadah,” tutur Kapolda.
Prosesi Pemakaman
Jenazah AKBP Sugeng Lestari disemayamkan di rumah duka di Palu sebelum dimakamkan secara kedinasan. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan upacara kepolisian, dihadiri keluarga, kerabat, rekan sejawat, serta sejumlah jurnalis yang merasa kehilangan sosok penghubung mereka.
Tangis haru mewarnai pemakaman saat upacara penghormatan terakhir dilaksanakan. Banyak jurnalis yang hadir memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan keramahan almarhum.
Warisan dan Kenangan
Meski telah berpulang, sosok Sugeng Lestari meninggalkan warisan berupa teladan dalam menjalin hubungan baik antara aparat kepolisian dengan media. Kehadirannya selama ini menjembatani kebutuhan informasi masyarakat melalui pemberitaan yang akurat dan cepat.
Seorang jurnalis muda menuturkan, “Kami kehilangan sosok yang selalu sabar menghadapi pertanyaan-pertanyaan kami. Beliau adalah figur penghubung yang sangat kami hormati.”
Penutup
Kepergian AKBP Sugeng Lestari bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan institusi kepolisian, tetapi juga bagi dunia jurnalistik di Sulawesi Tengah. Namanya akan dikenang sebagai perwira yang bersahaja, ramah, dan selalu siap membantu.
Selamat jalan, AKBP Sugeng Lestari. Pengabdianmu akan tetap hidup dalam kenangan banyak orang yang pernah bersamamu.





