Poso – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), Telkom Regional 5 menggelar pelatihan Sertifikasi Halal Mandiri di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMK agar lebih siap bersaing di pasar, khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan produk yang terjamin kehalalannya.
Komitmen Telkom Dukung UMK Naik Kelas
Pelatihan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia, khususnya di wilayah Regional 5 yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Kami ingin mendorong UMK binaan agar tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga siap secara regulasi, termasuk sertifikasi halal. Ini penting untuk daya saing di pasar nasional maupun global,” ujar perwakilan Telkom Regional 5 dalam sambutannya.
Fokus pada Sertifikasi Halal Mandiri
Pelatihan ini difokuskan pada Sertifikasi Halal Mandiri, yakni mekanisme pengajuan sertifikat halal oleh pelaku usaha secara langsung melalui sistem yang telah disediakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.
Materi yang disampaikan meliputi:
-
Pengantar pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMK
-
Prosedur dan dokumen yang dibutuhkan
-
Tata cara pengajuan online melalui sistem SIHALAL
-
Tips menghadapi audit halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH)

Baca juga: Anwar Hafid Lantik 7 Komisioner KPID Sulteng Periode 2025–2028
Peserta Antusias, UMK Semakin Siap Bersaing
Puluhan pelaku UMK dari berbagai sektor usaha seperti makanan, minuman, kosmetik, hingga produk herbal tampak antusias mengikuti pelatihan. Banyak di antara mereka yang mengaku belum mengetahui detail proses pengajuan sertifikasi halal sebelumnya.
“Selama ini kami pikir pengurusan halal itu ribet dan mahal. Tapi ternyata sekarang bisa mandiri dan gratis untuk UMK. Ini sangat membantu,” ujar Rini, salah satu peserta pelatihan.
Penutup
Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.





