, , ,

Wali Kota Palu Pimpin Ziarah Korban Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi

oleh -1833 Dilihat

Wawasan Poso – Memasuki peringatan tujuh tahun bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 silam, Pemerintah Kota Palu menggelar kegiatan ziarah dan doa bersama di beberapa lokasi pemakaman massal. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara langsung memimpin rombongan ziarah sebagai bentuk penghormatan dan pengingat atas duka besar yang pernah menimpa masyarakat Sulawesi Tengah.

Ziarah di Pemakaman Massal Poboya

Kegiatan ziarah dimulai di pemakaman massal Poboya, salah satu lokasi pemakaman terbesar korban bencana 2018. Di tempat ini, ribuan jenazah dimakamkan setelah ditemukan pascabencana yang memporak-porandakan Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Wali Kota bersama jajaran pemerintah kota, forkopimda, serta keluarga korban tampak khidmat menaburkan bunga dan mengirim doa. Suasana haru menyelimuti, ketika beberapa keluarga korban tak kuasa menahan tangis saat mengenang sanak saudara yang kehilangan nyawa dalam bencana tersebut.

“Ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingatkan kita semua agar selalu waspada, belajar dari pengalaman, dan memperkuat ikhtiar dalam membangun Palu yang lebih tangguh,” ujar Hadianto dalam sambutannya.

Doa Bersama di Petobo dan Balaroa

Rombongan juga melanjutkan ziarah ke lokasi likuefaksi Petobo dan Balaroa. Dua kawasan ini kini telah ditetapkan sebagai memorial park, mengingat skala kerusakan dan jumlah korban jiwa yang begitu besar.

Di Petobo, ribuan rumah tenggelam akibat fenomena pencairan tanah, sementara di Balaroa, ribuan warga kehilangan tempat tinggal bahkan anggota keluarga. Pada kesempatan tersebut, doa bersama kembali dipanjatkan, dipimpin tokoh agama setempat.

“Balaroa dan Petobo adalah saksi bisu bencana besar. Kami ingin menjadikannya bukan hanya tempat mengenang, tetapi juga pusat edukasi kebencanaan bagi generasi mendatang,” lanjut Wali Kota.

Wali Kota Palu
Wali Kota Palu

Baca juga: DPRD Sulteng Ketok 3 Perda Strategis 2025–2029

Pesan Kepada Generasi Muda

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda. Menurutnya, bencana 2018 harus dijadikan pelajaran berharga agar masyarakat lebih memahami pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan.

“Kami ingin anak-anak dan remaja Palu tumbuh dengan kesadaran bahwa Palu berada di wilayah rawan bencana. Dengan ilmu pengetahuan dan kesiapsiagaan, kita bisa meminimalisir dampak yang sama di masa depan,” jelasnya.

Pengingat untuk Bangkit

Kegiatan ziarah ini juga dimaksudkan sebagai pengingat bahwa meski bencana telah merenggut lebih dari 4.000 jiwa, semangat masyarakat Palu untuk bangkit tidak pernah padam. Dalam tujuh tahun terakhir, pemerintah bersama masyarakat terus berupaya membangun kembali infrastruktur, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, hingga area pemukiman.

“Kita masih terus berbenah. Namun yang terpenting adalah menjaga persatuan, menguatkan solidaritas, dan memastikan pembangunan berorientasi pada ketahanan bencana,” tegas Hadianto.

Apresiasi untuk Relawan dan Donor

Wali Kota Palu juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang pernah terlibat dalam penanganan bencana, baik relawan lokal, nasional, maupun internasional. Ia menyebut, tanpa dukungan itu, Palu akan lebih sulit bangkit dari keterpurukan.

“Kami berutang budi pada ribuan relawan yang membantu sejak hari pertama hingga masa rehabilitasi. Semoga kebaikan mereka menjadi amal jariyah,” ucapnya penuh rasa syukur.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Bagi masyarakat Palu, bencana 28 September 2018 tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga meninggalkan luka mendalam yang akan selalu dikenang. Ziarah ini diharapkan menjadi ruang kolektif untuk menyatukan doa, meneguhkan hati, dan menguatkan tekad membangun kota yang lebih tangguh dan berdaya.

“Semoga doa-doa kita sampai kepada saudara-saudara yang mendahului kita. Palu bangkit, Palu kuat, Palu tidak boleh kalah,” tutup Wali Kota dengan suara bergetar.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.